Penyakit Kusta merupakan penyakit yang disebabkan kuman/bakteri yang bernama (mycobacterium Leprae), penyakit kusta ini menyerang saraf tepi seseorang yang akhirnya meyebabkan syaraf tepi orang tersebut menjadi mati rasa (tetapi jika berobat cepat hal ini dapat dicegah), penyakit kusta ini adalah penyakit menular yang penularannya tidak gampang, sebab menurut penelitian tidak semua manusia di dunia yang bisa terinfeksi penyakit kusta.
Ciri-ciri umum PENYAKIT KUSTA adalah bercak putih kemerahan (seperti panu) yang mati rasa dan terkadang di tepinya terdapat penebalan seperti kurap. untuk mematikan kuman yang ada didalam badan membutuhkan waktu yang lama karena perkembangannya cukup lama sebab perkembangan penyakit kusta bisa sampai 5 tahun, sampai saat ini obat penyakit kusta sudah diberikan secara GRATIS bisa didapat di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah.
Kebanyakan penderita penyakit kusta mengalami kecacatan disebabkan keterlambatan orang tersebut untuk meminum obat atau meminum obat itu dengan tidak sempurna atau pengobatannya tidak tuntas, jika penderita penyakit kusta meminum obat dengan cepat maka kecacatan akibat saraf tepi yang mati tadi dapat di cegah atau dihindari.
Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia (HKS) yang jatuh pada hari Rabu (29/01), RSUD Taman Husada Bontang mempunyai tanggung jawab untuk mengenalkan penyakit kusta terhadap masyarakat. “Agar masyarakat tidak usah takut dan menjauhi penderita kusta, pesan yang selama ini didapat oleh sebagian besar masyarakat bahwa penyakit kusta yang diderita adalah penyakit yang menjijikkan sehingga harus dijauhi agar tidak tertular, jadi kita tidak boleh menjauhi orang yang menderita penyakit kusta, karena penularan penyakit kusta tidak semudah yang kita bayangkan”.
Dengan adanya hari Kusta Internasional, RSUD Taman Husada Bontang berharap dengan diperingatinya hari Kusta Internasional, kita dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada saudara kita yang mengidap penyakit tersebut sehingga dapat bangkit membangun masa depan sebagai penyemangat kepada penderita penyakit tersebut dan tidak lagi menyingkirkan para penderita dari pergaulan. (LN)
Berita Terkait :




Pengunjung hari ini : 22
Total pengunjung : 10512
Pengunjung Online: 5
