Nyeri Kepala

Nyeri kepala adalah masalah universal dengan prevalensi hampir 99%, dan merupakan alasan paling umum untuk rujukan neurologis. Begitupun dengan poliklinik RSUD Taman Husada yang sering menerima pasien dengan keluhan nyeri kepala. Nyeri kepala bisa memiliki makna klinis sedikit akan tetapi juga mungkin menjadi pertanda adanya penyakit yang mengancam jiwa. Rasa nyeri pada kepala disebabkan oleh traksi/penarikan, perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.

Nyeri kepala sebagian besar bersifat primer yaitu tanpa ada penyakit yang mendasarinya seperti migrain, cluster, dan tension type headache. Migrain atau sering juga disebut sakit kepala sebelah adalah nyeri kepala berdenyut dan paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja, kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus. Cluster paling sering menyerang 2 sampai 3 jam setelah tertidur dan menyebabkan nyeri yang luar biasa. Sedangkan Type Headache merupakan nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berulang dan berlangsung dari menit sampai hari, dengan sifat nyeri berupa rasa tertekan atau diikat. Nyeri kepala ini adalah manifestasi dari reaksi tubuh terhadap stress, kecemasan, depresi, konflik emosional, kelelahan.

Selain itu, ada juga nyeri kepala yang disebabkan oleh sebuah proses yang mendasari penyakit atau kondisi atau biasa disebut nyeri kepala sekunder, dimana kondisi ini harus menjadi fokus awal dalam evaluasi diagnostik nyeri karena jika sampai terlambat bisa berakibat fatal.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dari sakit kepala yang menjadi pertanda sakit kepala sekunder, yaitu 1. sakit kepala yang tiba-tiba dirasakan menunjukkan penyebab vaskular. Dalam hal ini, yang paling dipertimbangkan sebagai diagnostik serius adalah perdarahan otak; 2. Sakit kepala yang semakin lama semakin memberat dan disertai gejala lain seperti kelemahan tubuh atau kejang dapat dipertimbangkan kearah tumor otak. Jika ditemukan keluhan ini pemeriksaan CT-scan merupakan pemeriksaan tambahan yang disarankan, dan hal ini dapat dilakukan di ruang radiologi RSUD Taman Husada.

Narasumber : dr. Atika Ridwan, M.Kes., Sp.S.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.